MENGELOLA PENGETAHUAN
Terdapat perbedaan antara data, informasi, pengetahuan dan kebijaksanaan.Data merupakan aliran kejadian atau transaksi yang dicatat oleh system suatu organisasi dan bermanfaat hanya dalam transaksi itu sendiri, dan tidak untuk yang lainnya. Untuk mengubah data menjadi informasi, perusahaan harus memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menyusun data kedalam kategori-kategori yang mudah digunakan. Misalnya, total penjualan dibagi menjadi perbulan, per hari, per daerah atau bedasarkan laporan pertoko.
Untuk mengubah informasi menjadi knowledge (pengetahuan) , perusahaan harus memanfaatkan lebih banyak lagi sumber daya untuk menemukan pola, aturan dan konteks dimana pengetahuan tersebut berguna. Terakhir, kebijaksanaan (wisdom) adalah pemikiranperorangan atau kelompok dalam menerapkan pengetahuan untuk memecahkan suatu masalah. Kebijaksanaan mencakup kapan, dimana, dan bagaimana pengetahuan di terapkan.
Pengetahuan adalah asset yang tidak berwujud. Perubahan data menjadi pengetahuan dan informasi yang berguna memerlukan penggunaan sumberdaya operasional.
Manajemen Pengetahuan (knowlelge Management) adalah seperangkat proses bisnis yang dikembangkan dalam organisasi untuk menciptakan, menyimpan dan memindahkan dan menerapkan pengetahuan. Manajemen pengetahuan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mempelajari lingkungan sekitar dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam proses bisnisnya.
Jenis Sistem Manajemen Pengetahuan
1. System manajemen pengetahuan perusahaan adalah system serba guna yang digunakan oleh perusahaan untuk mengumpulkan, menyimpan, mendistribusikan dan menerapkan pengetahuan dan menerapkan pengetahuan dan muatan digital. System ini menyediakan basis data berikut perangkatnya untuk menyusun dan menyimpan dokumen terstruktur dan tidak terstruktur beserta objek pengetahuan lainnya.
2. Sistem kerja pengetahuan (knowledge work Systems-KWS) adalah system yang dikembangkan khusus untuk para teknisi, ilmuwan dan para pekerja di bidang pengetahuan lainnya yang betugas memperoleh dan menciptakan pengetahuan baru bagi perusahaan mereka.
3. Manajemen pengetahuan juga meliputi berbagai kelompok teknik cerdas (inteliegent techniques) seperti penggalian data, system canggih jaringan syaraf, logika fuzzy, algoritmegenetik dan agen inteligen. Teknik-teknik ini memiliki tujuan yang berbeda mulai dari focus pada menemukan pengetahuan baru (penggalian data dan jaringan saraf), pengolahan pengetahuan dalam bentuk aturan bagi program computer (system ahli dan logika fuzzy), sampai pada bagai mana mendapatkan solusi optimal untuk suatu masalah (algoritme genetic).
Sistem jaringan pengetahuan menyediakan suatu direktori online mengenai keberadaan pakar dalam bidang pengetahuan tertentu dan menggunakan teknologi komunikasi untuk memudahkan karyawan menemukan pakar yang tepat. Beberapa sistem jaringan pengetahuan lebih jauh lagi menyusun solusi yang dikembangkan oleh para pakar sistematis kemudian menyimpan solusi tersebut dalam basis data pengetahuan sebagai praktik terbaik atau pertanyaan yang sering dilontarkan (FAQ).
Sistem realitas virtual memiliki kemampuan visualisasi, penerjemahan, dan simulasi yang jauh melebihi sistem desain dengan bantuan komputer. Sistem ini menggunakan peranti lunak grafis interaktif untuk mendapatkan simulasi buatan komputer yang sangat mirip dengan kenyataan hingga bahkan para pengguna hampir memercayai bahwa mereka dalam dunia nyata.
Selasa, 05 Januari 2010
Senin, 04 Januari 2010
Penerapan SIM pada MAHKOTA NEMO SPORT
Survei Kelompok :Penerapan MIS pada MAHKOTA NEMO SPORT
Muhammad Nurul Fadli ( 0701102010086 )
Heri Ferdiansyah ( 0701102010064 )
Ilhamuddin ( 0701102010070 )
Gambaran Secara Umum
Obyek yang dijadikan sebagai penelitian adalah Toko alat olahraga “Mahkota Nemo Sport”. Toko alat olahraga ini beralamat di Jln. T. Hasan Dek No. 56, Samping Dealer Kawasaki, Simpang Surabaya, Banda Aceh. Pemilik dari Toko alat olahraga ini ini adalah Firman Kamal, S.H. Toko alat olahraga ini didirikan pada Agustus 2008 yang menjual bermacam produk Olahraga seperti raket, sepatu, baju olahraga, Kaos Kaki Olahraga, Celana Training, Bermacam-macam Bola, Net, Perangkat Permainan Bisboll, Skipping, Catur, Baju Karate, Perangkat Bela Diri dan peralatan lainnya yang beraneka ragam.
Toko alat olahraga Mahkota Nemo Sport ini memiliki 2 karyawan yang bekerja setiap harinya. Toko ini buka setiap hari dari jam 08.00 pagi sampai dengan jam 18.00 malam. Karyawan yang bekerja pada toko ini diupah perbulan sebesar Rp. 500.000,- yang diberikan pada awal bulan.
Kondisi Sistem Informasi
Sistem informasi yang digunakan di tempat ini masih berupa sistem informasi yang diolah secara manual. Informasi ini didapatkan berupa struk atau nota penjualan. Informasi yang dibutuhkan untuk toko alat olahraga ini adalah berapa banyak produk yang habis terjual setiap bulannya, produk-produk apa saja yang dibutuhkan para konsumen yang belum mampu dipenuhi oleh toko tersebut, produk-produk yang persediaannya sudah mulai habis dan informasi yang dibutuhkan oleh para pemasok untuk memasok kebutuhan produk pada toko tersebut.
Model pengambilan keputusan yang digunakan adalah pengambilan keputusan secara langsung oleh pihak operasional tersebut. Manfaat yang dapat diberikan sistem informasi terhadap pengambilan keputusan adalah dapat mengurangi beban yang dimiliki pihak operasional dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi.
Toko alat olahraga ini mendapatkan informasi dari konsumen berupa kebutuhan konsumen dan produk yang dibeli oleh konsumen yang dapat diketahui dari laporan buku kas barang yang dibeli oleh konsumen.
Cara pemesanan barang yang dilakukan oleh toko alat-alat olahraga ini adalah melalyi telepon dengan pembayaran yang dilakukan melalui rekening. Biasanya sebulan sekali dengan mendatangi langsung supplier untuk mengecek barang baru atau mengambil sampel produk.
Supplier berasal dari sales langsung, Samudra Sport (Yonex, Mikasa), Aneka Sport, My Sport, Sinar Cahaya Sport, Neo Sport, Kana Music dan Aloy Music.
Produk yang dijual meliputi produk import dan local. Sedangkan konsumen berasal dari berbagai elemen masyarakat, meliputi beberapa pengda cabang olahraga, klub taekwondo, klub karate, cabang panahan dan klub olahraga lain.
Tujuan Penggunaan Sistem Informasi
Tujuan yang hendak dicapai dalam laporan ini adalah mengkomputerisasi dan mendokumenkan segala transaksi baik dengan konsumen maupun pihak distributor penyuplai bahan ataupun pihak eksternal dalam lingkup toko alat olahraga ini .
Hal ini dikarenakan kondisi toko-toko olahraga yang ada belum memanfaatkan penggunaan IT untuk efisiensi dan untuk mencatat produk yang telah terjual, system yang digunakan masih menggunakan system informasi manual yang hanya mengandalkan pencatatan manual dengan menggunakan media buku laporan produk yang laku terjual selama satu periode, biasanya satu periode dalam usaha penjualan dan aksesoris dari alat-alat olahraga ini adalah sebulan.
Penulis berharap dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen yang terpadu dan menggunakan Supply Chain Management, dapat membantu para pemilik toko khususnya toko alat-alat olahraga yang menjadi objek penelitian dan umumnya toko olahraga yang ada di Banda Aceh dan Sekitarnya dapat menerapkan penggunaan Sistem Informasi Manajemen yang terintegrasi sehingga memudahkan pencatatan produk yang laku terjual juga memudahkan transaksi yang akan dilakukan oleh pemilik toko alat-alat olahraga kepada pihak-pihak yang terkait seperti pada supplier untuk memesan barang dengan cara yang lebih efektif dengan bantuan penggunaan Sistem Informasi Manajemen.
Pengguna dari sistem informasi ini adalah :
1. Karyawan untuk membuat laporan penjualan penjualan.
2. Pemilik dari organisasi untuk merekap penjualan per bulan.
3. Konsumen untuk mendapatkan struk atau nota pembelian.
4. Supplier untuk mengetahui keadaan jumlah barang yang tersedia pada toko olahraga tersebut, dan
5. Pihak-pihak lain yang terlibat dalam penggunaan system informasi ini, seperti mahasiswa yang sedang melakukan penelitian.
Muhammad Nurul Fadli ( 0701102010086 )
Heri Ferdiansyah ( 0701102010064 )
Ilhamuddin ( 0701102010070 )
Gambaran Secara Umum
Obyek yang dijadikan sebagai penelitian adalah Toko alat olahraga “Mahkota Nemo Sport”. Toko alat olahraga ini beralamat di Jln. T. Hasan Dek No. 56, Samping Dealer Kawasaki, Simpang Surabaya, Banda Aceh. Pemilik dari Toko alat olahraga ini ini adalah Firman Kamal, S.H. Toko alat olahraga ini didirikan pada Agustus 2008 yang menjual bermacam produk Olahraga seperti raket, sepatu, baju olahraga, Kaos Kaki Olahraga, Celana Training, Bermacam-macam Bola, Net, Perangkat Permainan Bisboll, Skipping, Catur, Baju Karate, Perangkat Bela Diri dan peralatan lainnya yang beraneka ragam.
Toko alat olahraga Mahkota Nemo Sport ini memiliki 2 karyawan yang bekerja setiap harinya. Toko ini buka setiap hari dari jam 08.00 pagi sampai dengan jam 18.00 malam. Karyawan yang bekerja pada toko ini diupah perbulan sebesar Rp. 500.000,- yang diberikan pada awal bulan.
Kondisi Sistem Informasi
Sistem informasi yang digunakan di tempat ini masih berupa sistem informasi yang diolah secara manual. Informasi ini didapatkan berupa struk atau nota penjualan. Informasi yang dibutuhkan untuk toko alat olahraga ini adalah berapa banyak produk yang habis terjual setiap bulannya, produk-produk apa saja yang dibutuhkan para konsumen yang belum mampu dipenuhi oleh toko tersebut, produk-produk yang persediaannya sudah mulai habis dan informasi yang dibutuhkan oleh para pemasok untuk memasok kebutuhan produk pada toko tersebut.
Model pengambilan keputusan yang digunakan adalah pengambilan keputusan secara langsung oleh pihak operasional tersebut. Manfaat yang dapat diberikan sistem informasi terhadap pengambilan keputusan adalah dapat mengurangi beban yang dimiliki pihak operasional dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi.
Toko alat olahraga ini mendapatkan informasi dari konsumen berupa kebutuhan konsumen dan produk yang dibeli oleh konsumen yang dapat diketahui dari laporan buku kas barang yang dibeli oleh konsumen.
Cara pemesanan barang yang dilakukan oleh toko alat-alat olahraga ini adalah melalyi telepon dengan pembayaran yang dilakukan melalui rekening. Biasanya sebulan sekali dengan mendatangi langsung supplier untuk mengecek barang baru atau mengambil sampel produk.
Supplier berasal dari sales langsung, Samudra Sport (Yonex, Mikasa), Aneka Sport, My Sport, Sinar Cahaya Sport, Neo Sport, Kana Music dan Aloy Music.
Produk yang dijual meliputi produk import dan local. Sedangkan konsumen berasal dari berbagai elemen masyarakat, meliputi beberapa pengda cabang olahraga, klub taekwondo, klub karate, cabang panahan dan klub olahraga lain.
Tujuan Penggunaan Sistem Informasi
Tujuan yang hendak dicapai dalam laporan ini adalah mengkomputerisasi dan mendokumenkan segala transaksi baik dengan konsumen maupun pihak distributor penyuplai bahan ataupun pihak eksternal dalam lingkup toko alat olahraga ini .
Hal ini dikarenakan kondisi toko-toko olahraga yang ada belum memanfaatkan penggunaan IT untuk efisiensi dan untuk mencatat produk yang telah terjual, system yang digunakan masih menggunakan system informasi manual yang hanya mengandalkan pencatatan manual dengan menggunakan media buku laporan produk yang laku terjual selama satu periode, biasanya satu periode dalam usaha penjualan dan aksesoris dari alat-alat olahraga ini adalah sebulan.
Penulis berharap dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen yang terpadu dan menggunakan Supply Chain Management, dapat membantu para pemilik toko khususnya toko alat-alat olahraga yang menjadi objek penelitian dan umumnya toko olahraga yang ada di Banda Aceh dan Sekitarnya dapat menerapkan penggunaan Sistem Informasi Manajemen yang terintegrasi sehingga memudahkan pencatatan produk yang laku terjual juga memudahkan transaksi yang akan dilakukan oleh pemilik toko alat-alat olahraga kepada pihak-pihak yang terkait seperti pada supplier untuk memesan barang dengan cara yang lebih efektif dengan bantuan penggunaan Sistem Informasi Manajemen.
Pengguna dari sistem informasi ini adalah :
1. Karyawan untuk membuat laporan penjualan penjualan.
2. Pemilik dari organisasi untuk merekap penjualan per bulan.
3. Konsumen untuk mendapatkan struk atau nota pembelian.
4. Supplier untuk mengetahui keadaan jumlah barang yang tersedia pada toko olahraga tersebut, dan
5. Pihak-pihak lain yang terlibat dalam penggunaan system informasi ini, seperti mahasiswa yang sedang melakukan penelitian.
Survei : Penerapan IT pada Warnet "Amal Net"
Deskripsi Obyek Secara Umum
Obyek yang dijadikan sebagai pengamatan adalah Warung Internet “Amal Net” yang beralamat di Jln. T. Nyak Arif No. 75 , Darussalam Banda Aceh. Pemilik dari Warung Internet ini adalah Rizal Fahri. Warung Internet ini didirikan pada tahun 2009.
Rental ini memiliki 11 unit komputer, dimana 1 diantaranya merupakan komputer induk (server ) yang dijalankan oleh karyawan sebagai operator dan 11 lainnya merupakan komputer untuk konsumen.
Warung internet ini buka selama 24 jam dalam seharinya. Warung Internet Amal Net memiliki 3 pekerja yang bekerja setiap harinya,. Karyawan - karyawan yang bekerja pada Warung Internet ini bekerja secara bergantian menurut shift yang terbagi menjadi 3 shift yang terbagi sebagai berikut, yaitu antara pukul 07.00 - 13.00, pukul 13.00 - 21.00, pukul 21.00 - 07.00.
Kondisi Sistem Informasi
Sistem informasi yang digunakan di tempat ini masih berupa sistem informasi yang diolah secara otomatis (komputerisasi). Informasi ini berupa struk atau nota penjualan. Informasi yang dibutuhkan untuk Warung Internet ini adalah durasi pemakaian internet.
Model pengambilan keputusan yang digunakan adalah pengambilan keputusan secara langsung oleh pihak operasional tersebut. Manfaat yang dapat diberikan sistem informasi terhadap pengambilan keputusan adalah dapat mengurangi beban yang dimiliki pihak operasional dalam mengambil keputusan untuk melakuakan transaksi.
Layanan Warung Internet ini mendapatkan informasi dari konsumen berupa kebutuhan pelayanan, dengan hal tersebut konsumen mendapatkan kepuasan pelayanan. Selain operator pihak yang bersangkutan lain adalah pihak maintenance yang mempunyai tugas untuk memeriksa dan menanggulangi kerusakan pada komputer - komputer dan peralatan lainnya seminggu sekali.
SISTEM INFORMASI
1. Tujuan Pengembangan Sistem Informasi
Tujuan yang hendak dicapai dalam laporan ini adalah mengkomputerisasi dan mendokumenkan segala transaksi baik dengan konsumen maupun pihak distributor penyuplai bahan ataupun pihak maintenance dalam lingkup Warung Internet. Hal ini dikarenakan melihat dari kondisi kota dimana sudah terdapat banyak sekali Warung Internet lain (saingan) dan kebanyakan masih menggunakan sistem informasi yang manual untuk melakuakan transaksi, sehingga Warung Internet ini mempunyai nilai lebih dibandingkan saingan saingannya. Penulis berharap agar program yang dibuat dapat bermanfaat bagi pemilik Warung Internet.
Pengembangan Sistem Informasi
Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk pengembangan sistem informasi ini adalah sebagai berikut:
1. Menghubungi atau melakukan konfirmasi pada pihak Warung Internet “Amal Net”.
2. Melakuakan observasi dan melakuakan beberapa wawancara untuk menanyakan tentang sejarah perusahaan dan sistem informasi yang digunakan.
3. Mengumpulkan sistem informasi yang dibutuhkan, seperti: tarif penggunaan, layanan, serta keunggulan keunggulan lainnya.
Pengguna Sistem Informasi
Pengguna dari sistem informasi ini adalah :
1. Pegawai bagian operasional untuk membuat nota atau struk penjualan.
2. Pemilik dari organisasi untuk merekap pendapatan per bulan.
3. Konsumen untuk mendapatkan struk atau nota pembelian.
Keputusan yang dapat diambil:
Pihak operasional dapat dengan mudah melakukan transaksi dan pihak pemilik dapat melakukan rekapitulasi pendapatan tiap bulan sehingga dapat melakukan peramalan untuk bulan berikutnya
Informasi yang Dibutuhkan dalam Pengambilan Keputusan
A. Bentuk Informasi
Bentuk informasi yang dapat diberikan adalah struk penjualan atau nota dan laporan bulanan dari pemakaian jasa internet. Ada juga informasi yang diberikan kepada konsumen yaitu kepuasan konsumen, hal ini ada karena konsumen memberikan informasi berupa kebutuhan pelayanan. Dari sini karyawan mendapatkan informasi berupa komplain konsumen dan pemilik mendapatkan informasi berupa laporan laporan keinginan konsumen yang belum terdapat didalam pelayanan Warung Internet tersebut. Selain itu untuk pengembangan selanjutnya ada informasi timbal balik yang terjadi, yaitu laporan kebutuhan dan laporan pemenuhan kepada pelanggan . Ada juga informasi timbal balik dari dan ke pihak maintenance berupa informasi laporan kerusakan dan laporan perbaikan.
B. Sumber Data
Sumber datanya berasal dari konsumen dan karyawan, Layanan Warung Internet, serta pihak - pihak provider, yaitu PT.Telkom.
Pembahasan
1. Analisa Terhadap Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi yang Ada
Sistem pengambilan keputusan berpusat pada karyawan dan pemilik rental sehingga penggunaan sistem automatisasi oleh komputer membuat arus informasi mengalir secara efektif dan efisien.
2. Dengan penggunaan sistem infomasi secara komputerisasi ini akan didapatkan berbagai manfaat penghematan antara lain penghematan waktu dan tenaga untuk pencarian data, dan penghematan dana. Dengan penggunaan sistem ini pekerjaan karyawan rental baik operator maupun teknisi, serta konsumen akan semakin
Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan dari laporan ini antara lain:
1. Dengan menggunakan program komputerisasi akan dapat mempermudah dalam penyajian informasi data konsumen, data karyawan, data transaksi, data layanan dan data alat.
2. Dapat mengurangi penggunaan waktu, tenaga, dan biaya pengeluaran.
3. Dari hasil keluaran dapat dilihat konsumen yang pernah melakukan transaksi, jumlah transaksi, jenis transaksi yang dilakukan dan jumlah transaksi.
Saran
Saran yang dapat diberikan antara lain:
1. Memberikan sosialisasi tentang aplikasi SIM pada karyawan - karyawan untuk mempermudah dan juga mempersingkat dalam proses pengerjaannya.
2. Peningkatan mutu pelayanan dan fasilitas yang akan meningkatkan minat serta apresiasi pelanggan.
Obyek yang dijadikan sebagai pengamatan adalah Warung Internet “Amal Net” yang beralamat di Jln. T. Nyak Arif No. 75 , Darussalam Banda Aceh. Pemilik dari Warung Internet ini adalah Rizal Fahri. Warung Internet ini didirikan pada tahun 2009.
Rental ini memiliki 11 unit komputer, dimana 1 diantaranya merupakan komputer induk (server ) yang dijalankan oleh karyawan sebagai operator dan 11 lainnya merupakan komputer untuk konsumen.
Warung internet ini buka selama 24 jam dalam seharinya. Warung Internet Amal Net memiliki 3 pekerja yang bekerja setiap harinya,. Karyawan - karyawan yang bekerja pada Warung Internet ini bekerja secara bergantian menurut shift yang terbagi menjadi 3 shift yang terbagi sebagai berikut, yaitu antara pukul 07.00 - 13.00, pukul 13.00 - 21.00, pukul 21.00 - 07.00.
Kondisi Sistem Informasi
Sistem informasi yang digunakan di tempat ini masih berupa sistem informasi yang diolah secara otomatis (komputerisasi). Informasi ini berupa struk atau nota penjualan. Informasi yang dibutuhkan untuk Warung Internet ini adalah durasi pemakaian internet.
Model pengambilan keputusan yang digunakan adalah pengambilan keputusan secara langsung oleh pihak operasional tersebut. Manfaat yang dapat diberikan sistem informasi terhadap pengambilan keputusan adalah dapat mengurangi beban yang dimiliki pihak operasional dalam mengambil keputusan untuk melakuakan transaksi.
Layanan Warung Internet ini mendapatkan informasi dari konsumen berupa kebutuhan pelayanan, dengan hal tersebut konsumen mendapatkan kepuasan pelayanan. Selain operator pihak yang bersangkutan lain adalah pihak maintenance yang mempunyai tugas untuk memeriksa dan menanggulangi kerusakan pada komputer - komputer dan peralatan lainnya seminggu sekali.
SISTEM INFORMASI
1. Tujuan Pengembangan Sistem Informasi
Tujuan yang hendak dicapai dalam laporan ini adalah mengkomputerisasi dan mendokumenkan segala transaksi baik dengan konsumen maupun pihak distributor penyuplai bahan ataupun pihak maintenance dalam lingkup Warung Internet. Hal ini dikarenakan melihat dari kondisi kota dimana sudah terdapat banyak sekali Warung Internet lain (saingan) dan kebanyakan masih menggunakan sistem informasi yang manual untuk melakuakan transaksi, sehingga Warung Internet ini mempunyai nilai lebih dibandingkan saingan saingannya. Penulis berharap agar program yang dibuat dapat bermanfaat bagi pemilik Warung Internet.
Pengembangan Sistem Informasi
Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk pengembangan sistem informasi ini adalah sebagai berikut:
1. Menghubungi atau melakukan konfirmasi pada pihak Warung Internet “Amal Net”.
2. Melakuakan observasi dan melakuakan beberapa wawancara untuk menanyakan tentang sejarah perusahaan dan sistem informasi yang digunakan.
3. Mengumpulkan sistem informasi yang dibutuhkan, seperti: tarif penggunaan, layanan, serta keunggulan keunggulan lainnya.
Pengguna Sistem Informasi
Pengguna dari sistem informasi ini adalah :
1. Pegawai bagian operasional untuk membuat nota atau struk penjualan.
2. Pemilik dari organisasi untuk merekap pendapatan per bulan.
3. Konsumen untuk mendapatkan struk atau nota pembelian.
Keputusan yang dapat diambil:
Pihak operasional dapat dengan mudah melakukan transaksi dan pihak pemilik dapat melakukan rekapitulasi pendapatan tiap bulan sehingga dapat melakukan peramalan untuk bulan berikutnya
Informasi yang Dibutuhkan dalam Pengambilan Keputusan
A. Bentuk Informasi
Bentuk informasi yang dapat diberikan adalah struk penjualan atau nota dan laporan bulanan dari pemakaian jasa internet. Ada juga informasi yang diberikan kepada konsumen yaitu kepuasan konsumen, hal ini ada karena konsumen memberikan informasi berupa kebutuhan pelayanan. Dari sini karyawan mendapatkan informasi berupa komplain konsumen dan pemilik mendapatkan informasi berupa laporan laporan keinginan konsumen yang belum terdapat didalam pelayanan Warung Internet tersebut. Selain itu untuk pengembangan selanjutnya ada informasi timbal balik yang terjadi, yaitu laporan kebutuhan dan laporan pemenuhan kepada pelanggan . Ada juga informasi timbal balik dari dan ke pihak maintenance berupa informasi laporan kerusakan dan laporan perbaikan.
B. Sumber Data
Sumber datanya berasal dari konsumen dan karyawan, Layanan Warung Internet, serta pihak - pihak provider, yaitu PT.Telkom.
Pembahasan
1. Analisa Terhadap Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi yang Ada
Sistem pengambilan keputusan berpusat pada karyawan dan pemilik rental sehingga penggunaan sistem automatisasi oleh komputer membuat arus informasi mengalir secara efektif dan efisien.
2. Dengan penggunaan sistem infomasi secara komputerisasi ini akan didapatkan berbagai manfaat penghematan antara lain penghematan waktu dan tenaga untuk pencarian data, dan penghematan dana. Dengan penggunaan sistem ini pekerjaan karyawan rental baik operator maupun teknisi, serta konsumen akan semakin
Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan dari laporan ini antara lain:
1. Dengan menggunakan program komputerisasi akan dapat mempermudah dalam penyajian informasi data konsumen, data karyawan, data transaksi, data layanan dan data alat.
2. Dapat mengurangi penggunaan waktu, tenaga, dan biaya pengeluaran.
3. Dari hasil keluaran dapat dilihat konsumen yang pernah melakukan transaksi, jumlah transaksi, jenis transaksi yang dilakukan dan jumlah transaksi.
Saran
Saran yang dapat diberikan antara lain:
1. Memberikan sosialisasi tentang aplikasi SIM pada karyawan - karyawan untuk mempermudah dan juga mempersingkat dalam proses pengerjaannya.
2. Peningkatan mutu pelayanan dan fasilitas yang akan meningkatkan minat serta apresiasi pelanggan.
Langganan:
Komentar (Atom)
